Oleh : Aqil
Fikri
Mengetahui arah kiblat
merupakan salah satu syarat untuk menjalankan shalat secara sah dan benar, dalam
dunia falak dikenal beberapa aplikasi untuk mengetahui arah kiblat diantaranya
yaitu: tongkat istiwa’, theodolit, dan bayang kiblat, khusus untuk bayang kiblat
seperti diketahui makkah terletak di garis lintang 21 derajad 25 menit LU, tiap
dua tahun yaitu saat matahari melintasi ka’bah (zenith ka’bah)dari garis lintang
utara (garis lintang 23.5 derajad LU) ke garis balik selatan (garis lintang 23.5
derajad LS) dan tepat menyeberangi meridiannya pada garis bujur 39 derajad 50
menit BT), pada saat itu secara astronomis kedudukan matahari tepat diatas
ka’bah. Sehingga dalam hal ini setiap benda yang tersinari cahaya matahari saat
itu, sepanjang posisinya tepat mengarah ke pusat bumi, maka baying-bayangnya
tepat mengarah ke ka’bah. Dalam dunia falak fenomena ini sering disebut Istiwa’
A’dhom atau Rasdul Qiblat, sementara hari pada saai itu disebut Yaumul Qiblah
atau Qiblah Day.
Khusus tahun ini jatuh pada
hari sabtu 28 Mei 2011 tepat pada pukul 16:18 WIB, pada saat inilah waktu yang
tepat untuk mengukur arah kiblat dengan praktek secara sederhana dengan
keakuratan yang dapat dipertanggungjawabkan dengan cara memasang bandul bertali
(lot/tali unting-unting) yang digantung , sehingga ketika posisi tali diam
(stasioner), maka secara otomatis menunjuk titik pusat bumi, setelah tiba
waktunya yang tepat, maka bayang-bayang tali ditandai dan dipermukaan tanah atau
lantai, dan inilah tepat arah kiblat kita. Untuk mengukur supaya jam pengukur
kita tepat bias kita cocokkan dengan siaran TV semisal TV-one, atau RRI/BBC, GPS
(Global Posioning System), atau telfon ke 103 untuk pengguna PT
Telkom.
Apabila tempat anda
mengalami mendung dengan menggunakan apparent diameter matahari sebesar 0.5
derajad tanggal 27 s.d 29 Mei dijam yang sama yaitu 16:18 WIB, pada dasarnya
juga disetiap hari ada yaumul qiblat, namun hanya terdapat enam hari dalam
setahun yang bewrsifat universal, yakni terjadi pada jam yang sama untuk
daerah-daerah yang berada pada zona yang sama, sementara sisanya harus merujuk
pada table waktu dari hari kehari saat baying matahari tepat kea rah kiblat yang
hanya berlaku untuk tempat tertentu.
DAFTAR PUSTAKA
Al Istanbuly, Husein Hilmy
bin Sa’id, Mawaqit Ash Sholah, Hakikat Kitabevi, Turkey, 1988
Al Mashry, Husein Zaid , Al
Mathla’ Al Sa’id, Al Barumiyyah, Mesir, tt
Sjamsul Arifin, Drs, H,
Ilmu Falak, STAIN PONOROGO, 1999